Pemikiran Basa Alim Tualeka..Tentang INDONESIA TIMUR....
Sekitar 94% dari wilayah Provinsi Maluku adalah laut, namun potensinya masih belum dimanfaatkan oleh orang Maluku secara optimal.
Orang Maluku harus menyadari bahwa fakta kondisi geografis Maluku dan kemudian mempelajarinya lebih lanjut potensi yang terkandung dari kondisi tersebut bila ingin maju. “Kita ketahui bahwa Potensi Laut Kepulauan Maluku sangat menarik namun Orang Maluku sendiri tidak tau mau diapakan, jadi perlu ada pemikiran kritis untuk menembus tembok-tembok birokratis yang ada agar potensi tadi diberdayakan bagi kesejahteraan masyarakat,” .
Terkait potensi utama laut Maluku dan praktek-praktek eksploitasi penangkapan ikan di wilayah tersebut, dosen yang juga inisiator pendidikan Strata 1 (S1) Pelayaran pertama di dunia ini mengungkapkan keprihatinannya. Menurutnya hampir tidak ada pengawasan yang efektif dari pemerintah terhadap eksploitasi penangkapan ikan oleh asing.
“Potensi utama adalah ikan di laut Banda, kepulauan Aru dan lainnya yang dieksploitasi oleh asing tanpa kendali. Hal ini tidak dapat dibenarkan sebab masyarakat sekitar sangat melarat dan hanya dijadikan sampah saja, padahal setiap potensi wilayah harus dimanfaatkan untuk mereka agar tidak ada kesenjangan melainkan untuk kepentingan bersama.” .
Kebijakan pemerintah untuk memberdayakan nelayan tidak sesuai dengan kondisi laut di wilayah Maluku. “Kapal ikan yang dapat beroperasi disana harus memiliki ukuran besar yaitu 300 GT sampai 500 GT untuk mengantisipasi tinggi gelombang laut yang bisa mencapai 3 meter hingga 5 meter.”
Pemerintah daerah untuk lebih proaktif dalam pemanfaatan potensi dengan membangun pelabuhan yang dilengkapi cold storage di kepulauan-kepulauan sebagai lokasi pengumpul ikan hasil tangkapan kemudian juga diharapkan dibangun pelabuhan ekspor besar yang dapat memfasilitasi kegiatan ekspor skala besar untuk mendapatkan devisa dari sektor perikanan. Masih banyak lagi potensi Maluku yang belum dikelola dengan baik seperti sektor pariwisata, industri kreatif, perkebunan, perdagangan dan lainnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar