Selasa, 02 September 2014

5 Alasan Indonesia Timur Pantas Menuntut Pembangunan Infrastruktur Listrik Lebih

Seiring dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi 10 tahun mendatang yang diperkirakan bergerak naik sebesar 6,9 % per tahun. Hansip-hansip disini mulai mengatur strategi untuk mengamankan seluruh proses percepatan pembangunan di seluruh Indonesia.
Sebagai koprol hansip bintang 7, Bli Fendy ditugaskan untuk mengamankan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan untuk kawasan Indonesia bagian timur. Kata orang2 pintar, dengan asumsi pertumbuhan ekonomi seperti itu, di masa depan Indonesia membutuhkan energi listrik sebesar 328,3 TWh (RPUTL PLN).
Hansip2 siap membantu siapa saja asalkan negara aman!
Secara kasar sih bisa kita bayangkan kalo setiap tahunnya Indonesia harus membangun lebih dari 3000.000.000 W (3000 MW) pembangkit listrik, atau sama dengan 30.000.000 lebih panel sel surya, atau sama dengan 3.000.000 pembangkit listrik tenaga angin berkapasitas 1 kW. Buat pembaca yang belum ngerti, intinya kita butuh banyak-banyak membangun pembangkit listrik secepatnya di seluruh kawasan Indonesia.
Kawasan Indonesia Timur (KIT) walopun rencana pembangunan infrastruktur kelistrikannya cuma sedikit, seperti terlihat pada gambar di bawah ini, laju pembangunannya adalah yang tercepat jika dibandingkan daerah lainnya.
Ehmmm… sempet bingung juga knapa Kawasan Indonesia Timur (KIT) yang lebih luas dan kaya potensi energi yang bisa dimanfaatkan malah kebalik yaa pembangunannya? Apa karena penduduknya masih sedikit? Apa karena perekonomiannya belum maju? Yuukk.. Yuukk.. Kita simak dulu parodi kocak berikut ini.. ..
Rencana pembanguan infrastruktur kelistrikan sampai tahun 2020 : Malangnya nasib Indonesia (timur)-kita
Pada artikel kali ini Bli Fendy mencoba protes ke bos hansip dan sekali lagi ini tanpa ada maksud tertentu, tanpa ada arahan dari manapun, dan bukan juga bermaksud cuap2 saja untuk selalu menuntut lebih dan lebih. Kalo bole ngasih satu alasan, ini semata2 karena alasan jiwa muda yang bergejolak, dan ingin dilampiaskan ke hal2 positip dengan cara menulis artikel di forum ini. Lumayan yang baca artikel2 kemaren biasanya sampai 3000 orang lebih dalam 1 hari, jadi semoga pesan2 moralnya tersampaikan kepada penguasa2 diatas.
Selamat menikmati yaa, dan jangan tersinggung dengan kata2 di artikel ini. Just for fun guys, kita semua tau ada pertimbangan lain yang lebih besar, cuma keputusan2 yang tidak menguntungkan ini harus juga diperjuangkan! Langsung saja berikut alasan2 tersebut..

1. Padahal Indonesia Timur mempunyai potensi energi besar…


Jelas saja potensi energi yang belum dimanfaatkan di Indonesia timur sangat banyaak sekali, tidak kalah dengan pulau-pulau lainnya. Sebagian besar sumber energi primer di Indonesia berasal dari Kalimantan Timur, daerah TERKAYA di Indonesia. Terkaya dalam segala hal lohh! Potensi mineral, energi, pendapatan penduduk, dll..
Tapi entah siapa yang sebenarnya lebih banyak menikmati hasilnya, orang asing atau pemerintah Indonesia, tapi tampaknya kedua2nya tidak berpengaruh besar terhadap pembangunan infrastruktur di sana. Kasiaaanyaa..  Berarti emang sumber energi yang dihasilkan dari daerah tersebut bocor kmana2 untuk pembangunan daerah lain, ke pulau Jawa atau entah ke luat negeri..
Nusa tenggara memang hanya memiliki sedikit energi primer, namun potensi angin dan matahari disana adalah yang terbaik di Indonesia. Sulawesi, Maluku dan Papua tidak usah ditanya, sebelas dua belas dengan Kalimantan ditambah potensi tenaga panas bumi dan air yang besar.
Namun apa yang didapat daerah ini? Tidak dapa apa2 bro! Alasannya kenapa? Nanti dulu deh dibahasnya. Kita liat dulu satu ketidakadilan lagi di Indonesia Timur tercinta kita.

2. Rasio elektrifikasi kelistrikannya yang terendah di Indonesia…


Note untuk hansip2 yg kurang mengerti masalah energi kelistrikan : Sederhananya rasio elektrifikasi rendah artinya ada banyak penduduk yang belum dapat menikmati listrik di daerah tersebut. Sudah bisa menikmati pun belum tentu sama dengan listrik yang teman2 di Jawa, di Singapore, di Jepang, di Eropa, di Amerika nikmati, bisa nyala 24 jam nonstop. Intinya daerah2 tersebut masih kekuarangan energi listrik. Sedangkan di UU negara kita dengan jelas dinyatakan bahwa pemerintah harus menyediakan listrik untuk seluruh daerah di Indonesia beserta cadangannya sebesar 30%! Kalo rasio elektrifikasi 50% itu artinya daerah tersebut masih kekurangan energi listrik sebesar 50% lagi, gitu bahasa awamnya.
Sebagai contoh di artikel sebelumnya saja kalo masyarakat kita di Pulau Komodo hanya bisa menikmati listrik dari jam 6 sore sampai jam 12 malam. WTF! Ayoo dong beib, atas nama setan jahanam segera berikan Indonesia Timur keadaan yang lebih adil!
Bisa dilihat klo rasio elektrifikasi yg masih rendah di Indonesia adalah daerah2 di Indonesia Timur (Sumber : RUKN 2011)
Kalo alasan sederhananya mereka bahwa penduduk di Indonesia Timur masih sedikit, seharusnya Pemerintah kita tetap care juga dong, minimal penduduk yang sedikit itu semuanya bisa menikmati listrik, kalo perlu lebih baik daripada listrik2 yang ada di Jawa dan Bali. Daerah Indonesia Timur jauh lebih luas daripada daerah lainnya  sehingga apabila pertumbuhan ekonomi bisa berkembang dengan baik disini, daerah ini akan menghasilkan kekayaan yang berlimpah buat Indonesia. Kalo daerah ini sudah kaya secara otomatis bangsa2 yang merantau akan kembali lagi ke daerah asalnya. Orang2 yang sudah nyaman di daerah lain akan mencoba keberuntungan sekaligus berkontribusi untuk membangun Indonesia Timur. Dari sini kita bisa sekalian mengatur persebaran penduduk di Indonesia. Bukannya malah yang tertinggal makin tertinggal yang maju makin maju. Di Jakarta udah mau make mobil listrik, pulau2 di Indonesia Timur baru mulai bisa menikmati listrik.
“Ntar lama2 orang disana bakal mikir kalo di daerah lain lebih enak kenapa milih daerah yang gak ada listriknya? Kalo gk mau ada yang membangun daerah ini siapa dong yang mau membangun? Solusinya gmana?”
Simpel banget kok sebenernya, bro!
Dari nenek2nya para pejuang seperti Presiden Soekarno masih makan sirih juga sudah tau bahwa disini dibutuhkan pemuda2 yang mau berkorban! Woow.. Jawaban yang terlihat bodoh memang untuk saat ini.
Tapi andai saja sifat nasionalis mereka dihargai tinggi oleh Indonesia, sepertinya masih banyak ada anak2 muda yang mau melakukan itu, tinggal jauh dari kenyamanan kota untuk negeri ini. Menghargai mereka bisa dengan cara menggaji mereka jauh lebih besar daripada orang2 lain, segala kebutuhannya diperhatikan secara spesial oleh pemerintah, lebih dipercaya sebagai tenaga ahli, saya yakin masih banyak kok pemuda2 tangguh Indonesia yang mau berkorban. 

3. Karena belum ada jaringan listrik makanya belum maksimal kali yaa…?


Note : Jaringan listrik terdiri dari jaringan transmisi dan distribusi yang merupakan jaringan kabel2 listrik tegangan tinggi, tegangan menengah, dan tegangan rendah yang digunakan untuk mengirimkan listrik yang dihasilkan dari pembangkit ke beban2 di pusat kota dan desa2 tempat tinggal penduduk.
“Salah satu alasan kenapa sumber energi primer belum dapat dimanfaatkan secara optimal dan rasio elektrifikasi yang masih rendah di Indonesia Timur adalah karena belum dibangunnya jaringan listrik disana” kata dukun yang selalu nongkrong di theposkamling.
Yawdah dibangun aja secepatnya, kenapa ragu2? Betul.. betull.. betull.. Jawabannya simpel memang tapi kita lihat dulu kenyataannya yaa apa yang sudah dilakukan negara kita untuk Indonesia timur sampai saat ini. ABRACADABRAA… !! BAAAMMMM!
SUTET adalah sinkatan dari Saluran Udara Tegangan Extra Tinggi; SUTT adalah Saluran Udara Tegangan Tinggi; dank kms adalah kilometersaluran

Woooowwwww… SUPERB… !! Jadi.. jadii… Maksud tabel diatas itu apa?
Sampai detik ini, dimana di gedung DPR saja harga 1 kursi sudah 40 Juta, anggaran untuk pengembangan timnas sepak bola yang ber-MILYAR2, dan sudah 66 tahun kita merdeka, belum dibangun jaringan transmisi daya sama sekali di Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua!!Di Kalimantan dan Sulawesi pun cuma ada 1500-2500 km saluran!! DEMN!
Disini artinya kalo sebuah desa membutuhkan listrik, pembangkit listriknya harus dibangun dideket2 desa tersebut. Kebayang kan gmana rasanya barang yang gede dan berisik itu harus mengganggu tidur penduduk setiap malem! Apalagi kalo pembangkitnya berada di deket2 obyek wisata alam di tempat bule2 menginap? Bisa kapok tuh si bule!
Artinya juga sumber2 tenaga air yang adanya di gunung jadi gk bisa dimanfaatkan untuk melistriki penduduk2 desa yang  tinggal di kaki gunung, dan sumber energi potensial lainnya yang besar jadi gk bisa dimanfaatin juga untuk pembangkit listrik.. Ehmmmm… Indonesia Timur benar2 menjadi korban gengsi rakyat2 Indonesia! 17 Milyar bener2 terbuang percuma untuk peningkatan kualitas sepak bola Indonesia yang ujung2nya dibantai juga sampai 10-0. Ckckckckckck…
Selamat berjuang generasi muda! Selamat datang di negeri perjuangan!
Mari balik lagi ke dunia nyata, sini jangan ragu-ragu masuk menjadi ahli di bidang kelistrikan! Indonesia masih membutuhkan keringat2mu masbro! Kenyataannya emang kita belum mampu untuk bekerja cepat! Ada duit untuk investasi pun belum tentu kita bisa membangun negeri ini tanpa bantuan teknologi asing. Klo masih berpikir bisa kaya tanpa bekerja atau biarkan uang yang bekerja seperti prinsipnya Robert T Kiyosaki, selamat bung! Berarti memang anda sudah tidak berniat untuk memperbaiki negara ini lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar