Selasa, 02 September 2014
Pemerintah Prioritaskan 40 Proyek Infrastruktur MP3EI untuk Dorong Pertumbuhan Kawasan Timur Indonesia
Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Drs.H.Longki Djanggola mengatakan, Kawasan Timur Indonesia (KTI) sangat membutuhkan pecepatan dalam proses pembangunan, guna mengurangi bahkan menghilangkan ketimpangan pembangunan antar kawasan, sebagai akibat sentralisai roda pemerintahan dan pembangunan di masa lalu.
“Saat ini pemerintah telah mencangkan visi ekonomi Indonesia melalui instrumen yang disebut Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Adanya kata Perluasan memiliki arti tersendiri, sebab kata tersebut merupakan jawaban dari adanya konsentrasi pembangunan ekonomi di Indonesia baik secara kewilayahan maupun secara sektoral yang terjadi selama ini,” ujar Longki saat pembukaan Festival Forum KTI VI di Swiss-Belhotel Silae Palu, Sulteng, Senin (24/9).
Hadir dalam pembukaan, Menteri Kesehatan, dr. Nafsiah Mboi, Sp.A. MPH, Dewan Pembina BaKTI, Marwah Daud Ibrahim, perwakilan dari 12 pemerintah provinsi se-KTI, dan sejumlah pimpinan mitra pembangunan Internasional antara lain, USAID, AusAID, Canadian International Development Agency (CIDA), The Asia Foudation, World Bank , FAO Indonesia, OXFAM dan Pimpinan JICA Indonesia Timur. Festival yang berlangsung Senin-Selasa (24-25/9),di Palu ini dihadiri setidaknya empat ratus peserta dari 12 propinsi Kawasan Timur Indonesia.
Ketua Pokja Forum KTI, Prof. Dr. Ir. Hj Winarni Monoarfa MS dalam sambutannya mengatakan Forum KTI bertujuan menciptakan hubungan yang membangun antar pemerintah daerah, pemerintah pusat, lembaga swadaya masyarakat, akademisi, sektor swasta, media dan mitra pembangunan internasional dalam proses pembangunan.
Sebagai sebuah forum bertukar solusi, Forum KTI yang berlangsung dua hari, akan menampilkan tujuh praktik cerdas yang berhasil menjawab tantangan berbagai bidang pembangunan di Kawasan Timur Indonesia.
“Kami mengangkat tema Merajut Inspirasi, Persembahan dari Timur untuk Indonesia dengan harapan, praktik cerdas dan inspirasi dari Festival ini akan mendorong pembangunan yang lebih efektif tidak hanya untuk kawasan timur, tapi juga untuk Indonesia,” kata Winarni.
Dalam Festival Forum KTI, seluruh peserta saling belajar bagaimana kiat sukses mengatasi berbagai tantangan pembangunan dengan memanfaatkan aset yang ada.
Ini sejalan dengan hakikat Forum KTI yakni menjembatani berbagai inisiatif mikro dari Kawasan Timur Indonesia dengan kebutuhan makro pembangunan Indonesia.
Lebih lanjut Winarni yang juga Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo ini mengatakan, Kiat sukses atau Praktik Cerdas terpilih yang dipresentasikan dalam Festival Forum KTI tahun ini mencakup bidang kesehatan, kesetaraan gender dalam pembangunan, pendidikan, pelestarian lingkungan, dan ekonomi masyarakat.
Salah satu di antaranya berasal dari Sulawesi Tengah, yakni Pendidikan Harmoni, sebuah pendekatan pemulihan trauma pasca konflik yang kini bertransformasi menjadi pendidikan karakter bagi anak-anak Sekolah Dasar dan Menengah di Palu, Poso, dan Tentena, Sulawesi Tengah.
Selain mendengarkan paparan dari para praktisi Praktik Cerdas tentang bagaimana mereka menggunakan aset lokal yang ada di sekitar mereka dalam menjawab tantangan pembangunan, Panggung Inspirasi juga menyediakan ruang bagi para peserta untuk bertukar ide, kiat, dan pengalaman.
“Festival Forum KTI akan menghasilkan pembelajaran penting bagi para individu yang menghadirinya untuk membantu mereka mengoptimalkan potensi yang mereka miliki dalam menyelesaikan tantangan pembangunan yang dihadapi di daerah masing-masing”, jelas Winarni.
Forum KTI diinisiasi pada pertengahan tahun 2004, dihadiri oleh 27 pelaku pembangunan. Tahun 2005 meningkat menjadi 70 orang, kemudian 170 peserta pada Forum KTI III tahun 2007. Pada Forum KTI IV tahun 209 sekitar 250 peserta dan 300 peserta pada Forum KTI V.
Berdasarkan catatan dari panitia penyelenggara, kurang lebih 400 peserta terdaftar pada Forum kali ini. Ini merupakan salah bukti nyata terhadap kebersamaan yang dibangun dan besarnya respon pelaku pembangunan akan pengembangan Kawasan Timur Indonesia dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Anggota Forum KTI berasal dari kalangan pemerintah, akademisi, organisasi non pemerintah dan sektor swasta. Mereka adalah pembaharu sosial di bidang masing-masing yang senantiasa membangun relasi antar pihak dan antar daerah untuk membangun kemitraan dan inovasi sosial untuk membangun Kawasan Timur Indonesia yang lebih baik.
Sementara itu Direktur Eksekutif Yayasan Bursa Pengetahuan Kawasan Timur Indonesia (BaKTI), Caroline Tupamahu, mengatakan yakin, pendekatan apresiatif dan positif melalui Praktik Cerdas akan membangun ruang untuk berinovasi bagi peserta sekembalinya dari acara ini.
”Kami yakin, pendekatan apresiatif dan positif melalui Praktik Cerdas akan membangun ruang untuk berinovasi bagi peserta sekembalinya dari acara ini. Akan lebih mudah menggali potensi, ide dan solusi dari setiap peserta jika kita menghargai aset yang ada di sekitar kita”, jelas Caroline.
BaKTI merupakan sekretariat bagi Forum KTI dan telah menjadi pelaksana kegiatan Festival Forum KTI sejak tahun 2004. Pasca melaksanakan Festival Forum KTI, Yayasan BaKTI selaku sekretariat Forum KTI akan mendorong adopsi dan replikasi Praktik-Praktik Cerdas oleh daerah-daerah lain yang menghadapi tantangan yang sama.
“Kami percaya, belajar dari keberhasilan adalah lebih efektif daripada memulai program pembangunan dari nol”, pungkas Caroline.
Selain Panggung Inspirasi, dalam dua hari ini juga akan berlangsung pameran pembangunan yang bertajuk Galeri Informasi. Galeri Informasi akan diadakan di Ruang Silae, Swiss-Belhotel. Dalam Galeri Informasi ini diikuti oleh setidaknya 20 institusi dari Pemerintah, Mitra Pembangunan Internasional, dan Organisasi Non Pemerintah. Galeri Informasi ini terbuka untuk umum dan gratis. [JDL/L-8]
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar